sosial media

Sabtu, September 27, 2025

Drumband Surya Harapan, Wadah Pengembangan Bakat Musik dan Kepemimpinan Siswa MI Muhammadiyah Medalem

Drumband Surya Harapan, Wadah Pengembangan Bakat Musik dan Kepemimpinan Siswa MI Muhammadiyah Medalem


Gambar: Drumband Duta Surya Harapan MI Muhammadiyah Medalem/Dimas Cahyo

MI Muhda - MI Muhammadiyah Medalem secara konsisten berupaya
menyelenggarakan pendidikan yang menyeluruh, tidak hanya terbatas pada aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga dalam pengembangan bakat, minat, dan karakter siswa. Salah satu program unggulan dalam bidang non-akademik adalah kegiatan ekstrakurikuler drumband yang dikenal dengan nama “Surya Harapan”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk belajar seni musik ritmis, memperkuat kedisiplinan, serta meningkatkan kepercayaan diri melalui latihan dan penampilan di berbagai kegiatan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan drumband tidak hanya sekadar latihan musik dan baris-berbaris. Melalui Surya Harapan, madrasah bertujuan untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan tanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini juga melatih keterampilan motorik, ketepatan ritme, dan konsentrasi, membangun kepercayaan diri siswa dalam menampilkan diri di depan umum, serta menanamkan nilai kerja keras, disiplin, dan koordinasi tim. Dengan demikian, ekstrakurikuler ini menjadi sarana pembentukan karakter yang penting bagi peserta didik.

Drumband Surya Harapan dikelola oleh guru bidang seni dan olahraga bersama instruktur eksternal yang berpengalaman di bidang drumband. Peserta terdiri dari siswa kelas IV hingga kelas VI yang berlatih setiap hari Sabtu, pukul 07.30 hingga 09.30 WIB, di halaman madrasah atau lapangan terbuka desa. Siswa dibagi ke dalam kelompok sesuai alat yang mereka mainkan, seperti snare drum, bass drum, cymbal, bell lyra, dan mayoret yang memimpin barisan. Pembagian kelompok ini membantu latihan berjalan lebih efektif dan terfokus.

Selain latihan rutin, Drumband Surya Harapan juga rutin tampil dalam berbagai kegiatan internal maupun eksternal, seperti peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, upacara Hari Santri Nasional, pawai ta’aruf, serta lomba drumband tingkat kecamatan dan sekolah dasar. Setiap penampilan merupakan momen penting bagi siswa untuk menunjukkan hasil latihan dan membangun kebanggaan terhadap madrasah serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkiprah di masyarakat.

Partisipasi dalam kegiatan drumband memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan peserta didik. Kegiatan ini membantu meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan semangat kerja tim. Selain itu, keterampilan sensorik dan motorik halus siswa juga berkembang, yang berdampak positif pada prestasi akademik mereka. Drumband juga membangun kepercayaan diri siswa saat tampil di depan umum serta memberikan pengalaman positif dalam dunia seni dan organisasi.

Melalui ekstrakurikuler Drumband Surya Harapan, MI Muhammadiyah Medalem terus berkomitmen membina peserta didik yang unggul tidak hanya secara akademis, tetapi juga dalam aspek karakter, seni, dan kerja sama tim. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari pendidikan yang berorientasi pada pembentukan generasi yang kreatif, terampil, dan berakhlak mulia. Drumband Surya Harapan bukan hanya soal irama, tetapi tentang semangat, kebersamaan, dan karakter siswa yang terus berkembang selaras dengan iringan genderang prestasi.


Penulis: Dimas Cahyo Suharsono 

Editor : Muhajir Yusuf 

Menumbuhkan Karakter Islami Melalui Sholat Dhuha dan Tadarus di MI Muhammadiyah Medalem

Menumbuhkan Karakter Islami Melalui Sholat Dhuha dan Tadarus di MI Muhammadiyah Medalem


Gambar: Kegiatan keagamaan MI Muhammadiyeh Medalem/Dimas Cahyo Suharno

MI Muhda - MI Muhammadiyah Medalem sebagai lembaga pendidikan Islam terus berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kegiatan belajar-mengajar. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah melalui program keagamaan rutin, yaitu Sholat Dhuha berjamaah dan Tadarus Al-Qur’an harian.

Kegiatan ini tidak hanya melatih siswa untuk taat beribadah, tetapi juga membentuk karakter yang religius, disiplin, dan cinta terhadap Al-Qur’an.

Tujuan Kegiatan

Kegiatan Sholat Dhuha dan Tadarus Al-Qur’an dirancang untuk mencapai beberapa tujuan mulia:

  • Membiasakan siswa beribadah secara konsisten sejak usia dini.

  • Meningkatkan kedekatan siswa dengan Allah SWT dan Al-Qur’an.

  • Membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia.

  • Meningkatkan kecintaan terhadap ibadah sunnah dan membaca Al-Qur’an.

  • Menciptakan lingkungan sekolah yang religius dan penuh keberkahan.

Teknis Pelaksanaan

Sholat Dhuha Berjamaah

Sholat Dhuha dilaksanakan secara berjamaah yang dipimpin oleh guru atau siswa kelas atas. Kegiatan dimulai dengan wudhu bersama, dilanjutkan dengan sholat 2–4 rakaat, dzikir pagi, dan doa. 

Tadarus Al-Qur’an Harian

Tadarus dilaksanakan setelah sholat dhuha berjamaah. Siswa membaca Al-Qur’an secara bersama-sama, dipandu oleh guru kelas atau guru agama. Siswa yang sudah lancar membaca Al-Qur’an bertugas membantu teman-teman yang masih belajar tajwid atau makhraj huruf. Kegiatan ini mempererat ukhuwah dan meningkatkan kecintaan terhadap Kitabullah.

Manfaat yang Dirasakan

Kegiatan ini memberikan dampak positif yang nyata terhadap perilaku dan spiritualitas siswa, di antaranya:

  • Siswa menjadi lebih tenang, disiplin, dan fokus dalam belajar.

  • Meningkatkan hafalan dan kemampuan membaca Al-Qur’an.

  • Menumbuhkan keberanian tampil di depan umum.

  • Terbangunnya budaya ibadah dan suasana religius di lingkungan madrasah.

  • Membentuk siswa yang cerdas spiritual, tidak hanya cerdas akademik.

Kegiatan Sholat Dhuha dan Tadarus Al-Qur’an di MI Muhammadiyah Medalem adalah bagian penting dari pendidikan karakter Islami yang menyeluruh. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dibekali ilmu duniawi, tetapi juga dipersiapkan menjadi insan yang bertakwa, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam.

Membentuk generasi Qur’ani dimulai dari membiasakan ibadah kecil yang dilakukan secara istiqamah

Penulis: Nanik Yusmiati

Editor: Dimas Cahyo Suharsono

Laboratorium Komputer di MI Muhammadiyah Medalem, Pilar Literasi Digital dan Inovasi Pembelajaran

Laboratorium Komputer di MI Muhammadiyah Medalem, Pilar Literasi Digital dan Inovasi Pembelajaran


Gambar: Laboratorium komputer MI Muhammadiyah Medalem/Sulistia Ningrum Ayu W

MI Muhda - Di era transformasi digital seperti sekarang, kemampuan literasi teknologi menjadi sangat krusial bagi generasi muda. Sekolah, termasuk MI Muhammadiyah Medalem, perlu menyediakan fasilitas pendukung agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satu fasilitas penting tersebut adalah laboratorium komputer.

Laboratorium komputer bukan sekadar ruang berhimpun perangkat keras dan perangkat lunak, melainkan ruang kreativitas, eksperimen, dan pengembangan kompetensi digital siswa.

Fungsi dan Peran Lab Komputer

Berikut beberapa fungsi utama laboratorium komputer di sekolah seperti MI Muhammadiyah Medalem:

  1. Pembelajaran Praktik TIK (Teknologi Informasi & Komunikasi)
    Siswa dapat belajar langsung mengoperasikan komputer, mengenal aplikasi produktivitas (pengolah kata, spreadsheet, presentasi), serta penggunaan aplikasi multimedia dan dasar pemrograman.

  2. Ujian Berbasis Komputer / Ujian Digital
    Laboratorium dapat difungsikan sebagai ruang ujian berbasis komputer (CBT/UNBK/digital) sehingga siswa terbiasa dengan format soal dan sistem ujian digital.

  3. Pusat Sumber Belajar Digital
    Lab menjadi tempat mengakses sumber daya digital, seperti e‑learning, bahan ajar daring, situs pembelajaran, dan perpustakaan digital.

  4. Eksplorasi dan Kreativitas
    Siswa yang berbakat atau tertarik di bidang teknologi dapat melakukan eksperimen, membuat proyek multimedia, desain grafis, coding mini, atau proyek kreatif lainnya.

  5. Pendukung Guru dan Penelitian Sekolah
    Guru dapat memanfaatkan lab untuk menyusun materi, melakukan penelitian tindakan kelas berbasis data, atau melatih siswa projek ICT.

Tantangan dan Solusi

Meskipun laboratorium komputer sangat penting, sekolah seperti MI Muhammadiyah Medalem bisa menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

  • Keterbatasan Dana / Anggaran
    Pengadaan perangkat modern maupun pemeliharaan rutin bisa mahal.
    Solusi: Menggalang dana melalui program CSR, kerja sama dengan komunitas IT, hibah pemerintah atau lembaga, penggunaan perangkat rujukan (refurbished) yang masih layak.

  • Ketidakstabilan Jaringan / Internet Lambat
    Koneksi yang lambat bisa menghambat aktivitas daring.
    Solusi: Memprioritaskan bandwidth untuk lab, caching server lokal, pemantauan lalu lintas jaringan.

  • Ketidaksiapan SDM (Teknisi / Guru)
    Tidak semua guru atau staf teknis mahir dalam pengelolaan lab.
    Solusi: Pelatihan rutin, workshop, membentuk tim IT internal, kerja sama dengan pihak luar (dosen, komunitas IT).

  • Pemeliharaan & Kerusakan
    Perangkat cepat aus, rusak, atau usang.
    Solusi: Jadwal pemeliharaan berkala, cadangan perangkat, penggantian bertahap.

Laboratorium komputer di MI Muhammadiyah Medalem sesungguhnya adalah jembatan masa depan. Dengan perencanaan matang, pengelolaan yang baik, dan sinergi antara guru, siswa, dan pihak sekolah, lab komputer bisa menjadi pusat inovasi dan daya saing.


Penulis: Sulistia Ningrum Ayu Widati

Editor: Dimas Cahyo Suharsono

Jumat, September 26, 2025

Perpustakaan Duta Surya Ilmu, Rumah Ilmu di MI Muhammadiyah Medalem

Perpustakaan Duta Surya Ilmu, Rumah Ilmu di MI Muhammadiyah Medalem

Gambar: Siswa MI Muhammadiyah sedang membaca di perpustakaan Duta Surya/Ninik Upriani

MI Muhda - Perpustakaan merupakan jantung pendidikan, tempat di mana ilmu pengetahuan disimpan, dipelihara, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Di MI Muhammadiyah Medalem, hadir sebuah ruang inspiratif bernama Perpustakaan Duta Surya Ilmu, yang menjadi pusat kegiatan literasi sekaligus wahana pembentukan karakter Islami bagi para siswa.

Menumbuhkan Budaya Membaca Sejak Dini

Perpustakaan Duta Surya Ilmu didirikan sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta ilmu. Koleksi buku yang tersedia tidak hanya berfokus pada materi pelajaran, tetapi juga meliputi kisah Islami, cerita motivasi anak, ensiklopedia, hingga bacaan ringan yang menghibur dan mendidik.

Dengan suasana yang nyaman dan tertata rapi, siswa merasa betah menghabiskan waktu di perpustakaan. Setiap hari, anak-anak bisa memanfaatkan waktu istirahat atau jam kunjung khusus untuk membaca, meminjam, maupun berdiskusi seputar isi buku.

Program Literasi Kreatif

Untuk menumbuhkan minat baca, Perpustakaan Duta Surya Ilmu rutin mengadakan berbagai program literasi. Mulai dari Gerakan Membaca 15 Menit Sebelum Pelajaran, lomba menceritakan kembali isi buku, hingga pojok baca tematik yang selalu diperbarui sesuai momentum, seperti Ramadhan, Hari Pahlawan, atau Milad Muhammadiyah.

Selain itu, guru dan pustakawan juga membimbing siswa agar terbiasa menulis ringkasan buku, menuliskan kesan setelah membaca, bahkan membuat karya sederhana yang terinspirasi dari buku bacaan. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga belajar berpikir kritis dan kreatif.

Menjadi Wadah Pengembangan Karakter

Lebih dari sekadar tempat menyimpan buku, Perpustakaan Duta Surya Ilmu berperan sebagai wadah pengembangan karakter Islami. Melalui buku-buku cerita teladan Nabi, kisah sahabat, hingga tokoh-tokoh pejuang bangsa, siswa diarahkan untuk meneladani nilai kejujuran, keberanian, semangat belajar, dan kepedulian sosial.

Dengan dukungan guru dan pengelola, perpustakaan ini diharapkan menjadi “rumah kedua” bagi siswa—tempat mereka tumbuh, belajar, dan menemukan inspirasi untuk masa depan yang gemilang.

Harapan ke Depan

Keberadaan Perpustakaan Duta Surya Ilmu menjadi bukti nyata bahwa MI Muhammadiyah Medalem tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga serius membangun ekosistem literasi. Harapannya, perpustakaan ini dapat terus berkembang, baik dari segi koleksi, fasilitas, maupun program, sehingga semakin banyak siswa yang mencintai dunia membaca.

Dengan semangat literasi, Perpustakaan Duta Surya Ilmu siap mencetak generasi unggul cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.


Penulis: Ninik Upriani

Editor: Dimas Cahyo Suharsono 

Minggu, Agustus 31, 2025

Perguruan Muhammadiyah Medalem Semarakkan Karnaval Budaya 2025, Teguhkan Komitmen Pendidikan dan Kebudayaan

Perguruan Muhammadiyah Medalem Semarakkan Karnaval Budaya 2025, Teguhkan Komitmen Pendidikan dan Kebudayaan

Gambar: Semarak Karnaval Perguruan Muhammadiyah Medalem/Ahmad Yunus 
MI Muhda - Suasana Desa Medalem pada Ahad, 31 Agustus 2025 dipenuhi kemeriahan. Perguruan Muhammadiyah Medalem sukses menggelar Karnaval Budaya yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa, guru, wali murid, forum pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum.

Acara karnaval diberangkatkan langsung oleh Bapak Munari selaku Kepala Desa Medalem pada pukul 13.30 WIB. Sejak pukul 13.00 WIB, para peserta sudah memenuhi area start untuk mempersiapkan barisan sehingga kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Karnaval Budaya tahun ini melibatkan siswa-siswi PAUD Mentari Indah, TK ABA, dan MI Muhammadiyah Medalem. Kehadiran wali murid, organisasi masyarakat, serta pemuda desa turut menambah semarak jalannya acara.

Kostum Drumband hingga Busana Adat Nusantara

Para peserta tampil dengan kostum yang memikat perhatian penonton. Siswa kelas 5 dan 6 mengenakan seragam drumband, sedangkan siswa kelas 1 hingga 4 berlenggak-lenggok dengan busana adat daerah. Tiap kelas juga menghadirkan maskot khas sebagai ikon karnaval. Guru PAUD, TK, dan MI tampil kompak dengan seragam songket berasal dari Palembang, sementara wali murid dan masyarakat menunjukkan busana khas masing-masing dengan tetap menjunjung norma kesopanan.

Formasi barisan karnaval diatur secara tertib. Barisan pertama diisi oleh regu drumband, disusul maskot dari PAUD, TK, kelas 1–4, serta wali murid. Setelah itu, barisan siswa PAUD, TK, dan MI berjalan berurutan, lalu ditutup oleh forum pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum.

Rute dan Rest Point Jadi Sorotan

Rute karnaval dimulai dari depan kediaman Kepala Desa Medalem menuju Dusun Ngangkrok, Dusun Ganggang, lalu berbelok ke selatan menuju Dusun Kelor, sebelum akhirnya finish di halaman Perguruan Muhammadiyah Medalem.

Untuk menunjang kelancaran, panitia menyiapkan tiga titik pemberhentian atau rest point, yakni di perempatan Dusun Ngangkrok, perempatan Dusun Ganggang, dan depan rumah Bapak Lasmuri di Dusun Kelor. Titik pemberhentian ini memberikan kesempatan peserta untuk beristirahat sekaligus menyemarakkan jalannya karnaval.

Setelah mencapai garis finish, peserta disambut dengan konsumsi berupa nasi bungkus dan air mineral yang disiapkan panitia. Kehadiran masyarakat yang berinisiatif memberikan konsumsi tambahan di rest point juga menambah semangat kebersamaan serta mempererat ikatan antara peserta dan warga.

Ajang Pendidikan, Budaya, dan Kebersamaan

Perguruan Muhammadiyah Medalem menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, baik dalam bentuk dukungan, sumbangan, maupun kehadiran langsung. Diharapkan, Karnaval Budaya ini dapat menjadi agenda tahunan yang mempererat tali silaturahmi, mengembangkan kreativitas, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa pada generasi muda.

Dengan terselenggaranya acara ini, Perguruan Muhammadiyah Medalem kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga membangun kebersamaan serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia.


Penulis: Ahmad Yunus

Editor: Sulistia Ningrum Ayu Widati 

Sabtu, Agustus 23, 2025

Kreativitas Anak Didik Menuju Hasil Produk Perekonomian, Membangun Generasi Inovatif

Kreativitas Anak Didik Menuju Hasil Produk Perekonomian, Membangun Generasi Inovatif

Gambar: Siswa sedang melaksanakan pembelajaran/ foto: Ahmad Yunus 

MI Muhda - Kreativitas anak didik bukan hanya sekadar bakat yang perlu diasah, tetapi juga menjadi modal penting dalam membangun perekonomian. Di era globalisasi dan persaingan ketat, kemampuan anak untuk berpikir kreatif, berinovasi, dan menghasilkan produk bernilai jual adalah salah satu kunci kemajuan bangsa.

Pendidikan modern kini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mendorong siswa untuk menghasilkan karya nyata yang dapat berkontribusi pada perekonomian, baik skala lokal maupun internasional.

Pentingnya Kreativitas dalam Pendidikan

Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide baru, solusi inovatif, dan produk yang unik. Dalam konteks pendidikan, kreativitas berperan untuk:

1. Mengembangkan Potensi Individu

Setiap anak memiliki bakat berbeda. Kreativitas membantu mereka menyalurkan bakat menjadi karya yang produktif.

2. Menciptakan Produk Bernilai Jual

Hasil karya siswa, mulai dari kerajinan tangan, produk kuliner, hingga aplikasi digital, berpotensi menjadi sumber penghasilan.

3. Melatih Jiwa Kewirausahaan

Anak yang terbiasa berkarya akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan bisnis.

Strategi Mengembangkan Kreativitas Anak Didik

Agar kreativitas anak didik berkembang optimal, diperlukan strategi pendidikan yang tepat, di antaranya:

1. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

Memberi tugas berbentuk proyek nyata, misalnya membuat produk UMKM atau mengembangkan aplikasi sederhana.

2. Kolaborasi dan Diskusi Kelompok

Mengajak siswa bekerja sama untuk menemukan solusi kreatif.

3. Akses Teknologi dan Sumber Daya

Memanfaatkan internet, software desain, dan alat produksi untuk mengembangkan ide.

4. Pendampingan dari Mentor

Guru atau pelatih yang berpengalaman dapat memberikan arahan agar ide siswa menjadi produk siap jual.

Contoh Produk Kreatif dari Anak Didik

Beberapa contoh hasil kreativitas anak yang berpotensi menjadi produk perekonomian antara lain:

1. Kerajinan tangan ramah lingkungan dari bahan daur ulang.

2. Produk makanan inovatif, seperti camilan sehat berbasis lokal.

3. Desain fashion atau aksesoris khas daerah.

4. Aplikasi atau game edukasi berbasis teknologi.

5. Konten digital kreatif di media sosial.

Dampak Terhadap Perekonomian

Ketika anak didik mampu menghasilkan produk yang layak jual, manfaatnya sangat luas:

Mendorong Pertumbuhan UMKM

Produk hasil karya siswa dapat menjadi cikal bakal usaha kecil menengah.

1. Meningkatkan Daya Saing Bangsa

Kreativitas menghasilkan inovasi yang dapat bersaing di pasar global.

2. Membuka Lapangan Kerja

Dari sebuah ide sederhana, bisa tercipta bisnis yang mempekerjakan banyak orang.


Kesimpulan

Kreativitas anak didik adalah aset berharga bagi perekonomian. Dengan dukungan pendidikan yang tepat, karya siswa tidak hanya menjadi hasil tugas sekolah, tetapi juga produk bernilai jual yang berkontribusi pada kemajuan bangsa. Mengasah kreativitas sejak dini adalah langkah strategis untuk mencetak generasi inovatif yang siap membawa Indonesia menuju perekonomian kreatif yang lebih maju.


Penulis: Ahmad Yunus 

Editor: Sulistia Ningrum A W

Minggu, Juni 08, 2025

Keceriaan dan Semangat Kebersamaan Warnai Persami MI Muhammadiyah Medalem

Keceriaan dan Semangat Kebersamaan Warnai Persami MI Muhammadiyah Medalem

Gambar: Serunya Persami di MI Muhammadiyah Medalem (8/6/2025)

MI Muhda - MI Muhammadiyah Medalem kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter generasi muda melalui kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Hizbul Wathan yang digelar dengan penuh semangat pada tanggal 7–8 Juni 2025. Berlangsung di lapangan madrasah, kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas III hingga V, dan menjadi momen berharga untuk menanamkan nilai-nilai Islami sekaligus membangun kemandirian setelah perayaan Idul Adha.

Keceriaan dan antusiasme langsung terasa saat para peserta saling bahu-membahu mendirikan tenda secara berkelompok. Di bawah bimbingan para kakak pembina dari SMK Muhammadiyah 6 Modo, siswa belajar arti kerja sama, ketekunan, dan tanggung jawab sejak awal kegiatan. Momen ini menjadi awal yang mengesankan untuk membangun kekompakan dan semangat gotong royong.

Pagi Sabtu dimulai dengan upacara pembukaan yang khidmat, dipimpin oleh pembina Hizbul Wathan, mengenakan seragam khas yang menambah semangat dan rasa bangga akan organisasi kepanduan tersebut. Setelah itu, rangkaian kegiatan seru pun bergulir, mulai dari salat berjamaah, pelatihan ke-Hizbul Wathanan yang mengajarkan ketrampilan praktis, hingga lomba dan kegiatan bersih diri yang menumbuhkan rasa tanggung jawab pribadi.

Saat malam tiba, suasana menjadi semakin hidup dengan pentas seni yang meriah. Berbagai penampilan kreatif dari para peserta menghibur sekaligus mempererat ikatan persaudaraan. Tidak ketinggalan, pemaparan materi keislaman yang menjadi momen refleksi spiritual, mengingatkan kembali makna pengorbanan yang terkandung dalam semangat Idul Adha.

Hari kedua dibuka dengan semangat pagi yang menyegarkan, yaitu salat subuh berjamaah, senam pagi, dan sarapan bersama yang menghangatkan kebersamaan. Puncak kegiatan adalah outbound yang penuh tantangan dan permainan seru, yang mengajarkan siswa tentang pentingnya kerjasama, keberanian, dan tanggung jawab.

Upacara penutupan diwarnai rasa bangga dan haru, di mana para pembina memberikan apresiasi tinggi atas semangat, kedisiplinan, dan kerja sama yang telah ditunjukkan oleh seluruh peserta selama dua hari penuh aktivitas.

Bapak Dimas Cahyo, S.E., Pembina Hizbul Wathan, menegaskan, “Persami ini bukan sekadar ajang berkemah di alam terbuka, tapi juga wahana pembentukan karakter yang memadukan nilai-nilai Islam, kepemimpinan, serta kemandirian. Kami bangga melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara mental dan spiritual.”

Dengan semangat ini, MI Muhammadiyah Medalem terus berkomitmen mendidik generasi penerus bangsa yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan iman, ilmu, dan integritas.


Dokumentasi Kegiatan Persami MI Muhammadiyah Medalem:





































Oleh : Ninik Upriani 
Editor : Sulistia Ningrum Ayu W
Tedbree Logo
Operator Sekolah Silakan bertanya kepada kami. Kami siap membantu Anda
Halo, Ada yang bisa kami bantu? ...
Kirim